Engkau manusia setengah anjing Tajam taringmu semakin runcing Dari menjilat sampai menggonggong Agar perutmu tak sampai kosong Kau curi Hak kami Hanya demi Eksistensi Mulut manismu goreskan pilu Tindak tandukmu terburu nafsu Isi otakmu tak bernalar Arogansimu semakin luar Kau curi hak kami Hanya demi eksistensi Indah bayangku perlahan sirna Tak kuasa untuk mencarinya Ditepian badai aku berdiri Menanti serpihan wangi dari sang pelangi Kau korbankan saudaramu sendiri Demi materi yang tak pernah berseri Seperti terburu oleh nafsu Berlindung dibalik sebuah topeng palsu