Gelap pasti menghantui suara memecah telinga kita menghirup terbunuh kebiadaban Tangis saat aku tertawa tawa saat aku menangis Diam mengerang marah buta menutup hati Terdengar langkah menderap tajam dua nurani menjemput maut buka hati menatap nurani Realita tergantung harta kejujuran penuh noda kematian terbungkus nista