Siang malam mengenangkan, tidak mengenal waktu Basah bibir jadi kering, tak sudah menyebut namamu Mandi tidak basah, makan kenyang tidak hilang Bumi dipijak tidak nyata, terbayangkan bersamamu Hebatnya cinta si Majnun dan Laila Terawang di angkasa! Ombak, gemuruh, berdentum di hati yang pasrah Duduk berdiri baring, terlena yang seketika Namun ingatanku, meluntur tidak pernah Apakah ini bernama cinta, cinta yang mana satu? Satu satunya bukan dua, putih umpama salju Duduk berdiri baring, terlena yang seketika Perjalanan tampak jauh, tidak terkejar aku Penantian tiada hujungnya, lemah seluruh anggota Bumi dipijak tidak nyata, terbayangkan bersamamu