Sabit dan arit sore itu ku asah dengan tajamnya
Kusiapkan untuk panen tebu esok pagi
Kebon tebu juragan MARDUKi siap diburuhkan
Kami memotong, mengikat dan menaikkan ke atas truk
Kami dibayar sebagai buruh harian lepas
Kami ber 6 adalah buruh langganan tiap panen di kebon juragan Marduki
Selain upah, juragan ini suka memberi bonus seusai panen.
Sungguh baik sekali juragan ini
Kami dibayar sebagai buruh harian lepas
Kami ber 6 adalah buruh langganan tiap panen di kebon juragan Marduki
Dan kami warga sini sungguh segan terhadap beliau akan murah hatinya
Jam 7 malam itu ketika kami ngumpul di pos ujung kampung
Tiba2 lewat truk yang sangat asing bagi kami
Kami mulai curiga karena truk itu menuju ke kebon milik juragan Marduki
Bergegas setelah 20 menit kemudian kami warga rame-rame mendatangi kebon itu
Sungguh tak dikira ternyata dalam truk tadi ada 8 orang yg sedang menebang tebu itu
Seluruh warga kampung kami histeris dan berteriak Maling!!! Maling!!! Maling!!!
Kami sudah membawa arit, parang, golok dan pentungan
Dalam sekejap 10 menit kemudian tewaslah 8 pencuri tebu itu