Derita Sartinem Istri Bvrvh Tani Yang Menjadi TKW part II Lyrics


Tak tahan siksaan sang majikan

Sartinem pun kabur dari rumah majikannya

hanya 1 kali telpon ke suaminya dalam 10 bulan

Kabur ke daerah Distrik Jameeah

Ditolong sopir taxi yang kebetulan orang 1 negara

Dengan membawa 1 bulan gaji terakhir

Itupun total gaji baru dibayar 2 bulan setelah 10 bulan kerja

Dengan tekad bulat dia melakukan ini

Dirumah penampungan sartinem pun agak merasa bebas

karena ketemu dengan rekan senasib dari 1 negera

dengan berbagai macam profesi mereka mempertahankan hidup

ada yang menjadi house maid sistem bulanan, mingguan ataupun harian

mereka harus membayar sewa kontrak kamar tiap bulannya

biaya makan, sewa kamar dan kirim ke kampung halaman

itu yang menjadi beban pikiran nasib para kaburan

mereka dengan terpaksa harus bertahan hidup dengan menjadi apapun

mencari mangsa di Al Balad sampai ke Chornice

tempat ini sering dikunjungi oleh para warga 1 negerinya

dan tak lupa sang hidung belang padang pasir pun mampir

mencicipi para bidadari yang untuk kenikmatan sesaat

jiwa semakin gelap

setiap langkah para syaithon selalu mengintai dan menjerumuskan

sartinem pun lupa akan ritual setiap malam jumat kliwonnya

lupa mengirim doa2 ritual dan sesaji buat mbah slumbung

hatinya semakin gelap dan panas

hitam legam bak calon penghuni neraka

jiwa saling sesat menyesatkan

kenikmatan sesaat demi menyenangkan keluarga yang ditinggalkan

berita semu dan kamuflase

Dari Al Balad sampai Chornice...menjaja cinta demi uang...

Bidadari dari lapis neraka yang paling dalam

menebar birahi demi mempertahankan hidup

entah sampai kapan semua ini dilaluinya

Ingin pulang harus dengan jalan deportasi

seperti berita kemarin...ribuan TKW kaburan dideportasi dengan kapal laut selama 12 hari perjalanan

inikah balasan setimpal bagi para devisa negara?

inikah pengorbanan dari istri buruh tani?

mereka hidup dengan penuh was2

takut tertangkap polisi karena menjadi kaburan

hidup penuh cengkraman

beban menumpuk di atas pundak dan kepala mereka