Tak tahan siksaan sang majikan
Sartinem pun kabur dari rumah majikannya
hanya 1 kali telpon ke suaminya dalam 10 bulan
Kabur ke daerah Distrik Jameeah
Ditolong sopir taxi yang kebetulan orang 1 negara
Dengan membawa 1 bulan gaji terakhir
Itupun total gaji baru dibayar 2 bulan setelah 10 bulan kerja
Dengan tekad bulat dia melakukan ini
Dirumah penampungan sartinem pun agak merasa bebas
karena ketemu dengan rekan senasib dari 1 negera
dengan berbagai macam profesi mereka mempertahankan hidup
ada yang menjadi house maid sistem bulanan, mingguan ataupun harian
mereka harus membayar sewa kontrak kamar tiap bulannya
biaya makan, sewa kamar dan kirim ke kampung halaman
itu yang menjadi beban pikiran nasib para kaburan
mereka dengan terpaksa harus bertahan hidup dengan menjadi apapun
mencari mangsa di Al Balad sampai ke Chornice
tempat ini sering dikunjungi oleh para warga 1 negerinya
dan tak lupa sang hidung belang padang pasir pun mampir
mencicipi para bidadari yang untuk kenikmatan sesaat
jiwa semakin gelap
setiap langkah para syaithon selalu mengintai dan menjerumuskan
sartinem pun lupa akan ritual setiap malam jumat kliwonnya
lupa mengirim doa2 ritual dan sesaji buat mbah slumbung
hatinya semakin gelap dan panas
hitam legam bak calon penghuni neraka
jiwa saling sesat menyesatkan
kenikmatan sesaat demi menyenangkan keluarga yang ditinggalkan
berita semu dan kamuflase
Dari Al Balad sampai Chornice...menjaja cinta demi uang...
Bidadari dari lapis neraka yang paling dalam
menebar birahi demi mempertahankan hidup
entah sampai kapan semua ini dilaluinya
Ingin pulang harus dengan jalan deportasi
seperti berita kemarin...ribuan TKW kaburan dideportasi dengan kapal laut selama 12 hari perjalanan
inikah balasan setimpal bagi para devisa negara?
inikah pengorbanan dari istri buruh tani?
mereka hidup dengan penuh was2
takut tertangkap polisi karena menjadi kaburan
hidup penuh cengkraman
beban menumpuk di atas pundak dan kepala mereka