Kami bingung selama ini untuk menjual hasil panen kami
Sistem ijon juga tidak semaksimal hasilnya
Dijual ke tengkulak hanya pas2an hasilnya
Giliran sekarang datang sosok lain yang namanya KUD
Berkedok memberi penyuluhan dan teknologi canggih
Ternyata mereka hanya rentenir yang memberi pinjaman fisik berupa bibit, pupuk dan pestisida
Kita tidak perlu bayar di awal
Tapi ketika giliran panen tiba
KUD membeli hasil ini dengan harga yang begitu murahnya
Total hutang lebih tinggi dari hasil panen
Terus kami mau makan apa?
Biaya sekolah anak2 kami dari mana?
Nasib kesejahteraan kampung kami bagaimana?
Mereka tak ubahnya tengkulak bersimbol beringin padi
Dari team penyuluh sampe menteri koperasi tak ubahnya seekor hama wereng
Haruskan kita binasakan mereka di ladang sawah kami?
Sampai kapan nasib buruh tani ini akan sejahtera?